Kolaborasi dengan Industri, SMK Negeri 1 Wonosegoro Sukseskan UKK Otomotif 2026
Wonosegoro — SMK Negeri 1 Wonosegoro menyelenggarakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Program Keahlian Teknik Otomotif Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi akhir kemampuan peserta didik sebelum memasuki dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa dari kompetensi Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Sepeda Motor (TSM) dengan melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) mitra.
Pelaksanaan UKK untuk kompetensi Teknik Kendaraan Ringan (TKR) yang direncanakan dengan Kegiatan yang diikuti oleh 100 peserta, yang terbagi dalam tiga kelas kerja sama industri, yaitu Kelas Nissan sebanyak 33 peserta bekerja sama dengan Nissan Salatiga, Kelas Daihatsu sebanyak 34 peserta dengan AI Daihatsu Klaten, serta Kelas Isuzu sebanyak 33 peserta dengan Isuzu Salatiga.
Sementara itu, UKK untuk kompetensi Teknik Sepeda Motor (TSM) dilaksanakan selama 10 hari, mulai 4 hingga 13 Februari 2026. Sebanyak 106 peserta mengikuti uji kompetensi ini dengan dukungan enam mitra industri, yakni Astra Motor Jawa Tengah, Astra Motor Siliwangi Semarang, AHASS Naga Sakti Semarang, AHASS Timbul Jaya Boyolali, AHASS Timbul Jaya Sragen, serta AHASS Braja Gura Boyolali.
Selain kompetensi TKR dan TSM, Pelaksanaan UKK untuk Program Keahlian Teknik Bodi Kendaraan Ringan (TBKR) dilaksanakan pada 4 hingga 12 Februari 2026 dan bertempat di Bengkel TBKR SMK Negeri 1 Wonosegoro. Kegiatan ini menghadirkan penguji eksternal dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, yaitu Aditya Putra Perdana, selaku Service Manager Bodi & Cat dari Mitsubishi Authorized Bodi & Cat Sun Motor PT. Sun Star Motor, serta Yuli Susanto, Instruktur Mekanik dari Nasmoco Karangjati Ungaran. Selain itu, pengujian juga didukung oleh penguji internal sekolah, yakni Bambang Pujiyanto, S.T., Muhamad Aminudin, S.Pd., dan Rosalina Evy Andayani S., S.T.. Dengan keterlibatan para penguji profesional tersebut, diharapkan pelaksanaan UKK TBKR dapat berjalan objektif, terstandar, dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang perbaikan bodi dan pengecatan kendaraan.
Kegiatan UKK dilaksanakan dalam bentuk ujian praktik dan teori yang mengacu pada standar industri. Para peserta diuji dalam berbagai aspek, seperti perawatan kendaraan, pemeriksaan sistem mesin, kelistrikan, hingga penanganan gangguan teknis. Pengujian dilakukan oleh asesor dari pihak sekolah bersama perwakilan DU/DI.
Kepala Program Keahlian Teknik Otomotif, Imron Ahmadi, menegaskan pentingnya pelaksanaan UKK secara serius dan profesional. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh agar memperoleh hasil yang maksimal.
“UKK ini diharapkan dapat dilaksanakan secara maksimal dan penuh kesungguhan, sehingga mampu menghasilkan kompetensi siswa yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan dunia industri,” ujar Imron.
Melalui pelaksanaan UKK ini, sekolah berupaya memastikan lulusan Program Keahlian Teknik Otomotif memiliki keterampilan, sikap kerja, dan sertifikasi kompetensi yang diakui industri. Dengan demikian, para lulusan diharapkan siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
